Selasa, 10 Januari 2012

tugas 1 pendidikan tinggi

Pembekalan pada mahasiswa

1.      Kemampuan akademis adalah kemampuan berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tuisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sistematis dan analisis. Memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternatif pemecahannya. Kemampuan akademik merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Kemampuan akademik mahasiswa adalah gambaran tingkat pengetahuan atau kemampuan mahasiswa terhadap suatu materi pembelajaran yang sudah dipelajari dan dapat digunakan sebagai bekal atau modal untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas dan kompleks lagi, maka dapat disebut sebagai kemampuan akademik (Winarni, 2006).
Lebih lanjut Nasution (1988) dalam Winarni (2006) mengemukakan bahwa secara alami dalam satu kelas kemampuan akademik mahasiswa bervariasi, jika dikelompokkan menjadi 3 kelompok, maka ada kelompok siswa berkemampuan tinggi, menengah, dan rendah. Menurut Anderson dan Pearson (1984); Nasution (1988); dan Usman (1996) dalam Winarni (2006), apabila mahasiswa memiliki tingkat kemampuan akademik berbeda kemudian diberi pengajaran yang sama, maka hasil belajar (pemahaman konsep) akan berbeda-beda sesuai dengan tingkat kemampuannya, karena hasil belajar berhubungan dengan kemampuan mahasiswa dalam mencari dan memahami materi yang dipelajari.
Herlina (2002) dalam Muniroh, dkk. (2005) menyatakan bahwa mahasiswa berkemampuan tinggi adalah sejumlah mahasiswa yang memiliki keadaan awal lebih tinggi dari rata-rata kelas. Sedangkan mahasiswa yang berkemampuan rendah adalah sejumlah mahasiswa yang memiliki keadaan awal lebih rendah atau sama dengan rata-rata kelas. Mahasiswa berkemampuan tinggi memiliki keadaan awal lebih baik daripada mahasiswa berkemampuan awal rendah. Hal ini menyebabkan mahasiswa berkemampuan tinggi memiliki rasa percaya diri yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang berkemampuan rendah.
Berkaitan dengan tingkat penalaran dan pada saat pembelajaran di kelas, kelompok mahasiswa kurang pandai yang mempunyai penalaran lebih rendah memperlihatkan beberapa indikasi yang menurut Zubaidah (2000) dalam Habibah (2008) adalah sebagai berikut:
1.      mahasiswa kurang kreatif, yang nampak dari sangat jarangnya mereka mengajukan pertanyaan
2.      kalau diberi pertanyaan, jarang ada yang menjawab bahkan mereka sering tidak menjawab
3.      kalaupun ada yang menjawab, jawaban yang dilontarkan seringkali kurang didasari penalaran, sehingga nampaknya daya penalaran kurang atau belum mencapai penalaran formal
4.      konsep dasar yang sudah diperoleh sebelumnya sudah dilupakan sehingga pola belajar siswa tidak menunjukkan pola belajar konstruktivisme.

Menurut Hamalik (2001) dalam Khotimah (2007), ciri-ciri mahasiswa yang pandai adalah mempunyai energi yang lebih besar, sikap sosialnya lebih baik, aktif, lebih mampu melakukan abstraksi, lebih cepat dan lebih jelas menghayati hubungan-hubungan, bekerja atas dasar rencana dan inisiatif sendiri, suka menyelidiki yang baru dan lebih luas, lebih mantap dengan tugas-tugas rutin yang lebih sederhana, lebih cepat mempelajari proses-proses mekanis, tidak menyukai tugas-tugas yang tidak dimengerti, tidak menyukai cara hapalan dengan ingatan, percaya kepada abilitas sendiri dan cepat malas kalau diberi hal-hal yang tidak menarik minatnya. Selain itu, ia dapat menempatkan, mengatur bahan-bahan yang lebih sulit. Ia dapat membantu para mahasiswa yang lebih rendah daripada untuk menyelesaikan tugas-tugas rutin yang lebih mudah, ia dapat diberi tugas-tugas yang lebih luas dan masalah-masalah yang lebih sulit. mahaiswa ini dapat dilatih untuk mendiagnosis dirinya sendiri dan merencanakan perbaikan atas kerjanya sendiri.
Lebih lanjut Hamalik (2001) dalam Khotimah (2007) mengemukakan ciri-ciri mahasiswa yang lamban adalah sebagai berikut:
1.      belajar dalam unit-unit yang lebih singkat
2.      butuh sering diperiksa kemajuannya dan perlu banyak perhatian
3.      perbendaharaan bahasanya lebih terbatas
4.      perlu mempunyai banyak kata-kata baru untuk memperjelas pengertiannya
5.      tidak melihat adanya kesimpulan-kesimpulan atau pengertian-pengertian sesudahnya
6.      kurang memiliki abilitas kreatif dan abilitas untk merencanakan
7.      lebih lambat memperoleh keterampilan-keterampilan mekanis dan metodik
8.      lebih mudah mengerjakan tugas-tugas rutin tetapi sulit membaca dan melakukan abstraksi
9.      cepat mengambil kesimpulan tapi kurang kritis dan mudah puas dengan jawaban yang dangkal
10.  kurang senang atas kemajuan orang lain
11.  mempunyai pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan pada waktu masuk kampus, karena itu ia mudah marah, kurang percaya diri sendiri, dan lebih berminat terhadap kehidupan di luar kampus
12.  mudah terpengaruh oleh saran-saran orang lain
13.  kesulitannya dalam belajar bertumpuk-tumpuk
14.  mempunyai ruang minat yang sempit
15.  cenderung pada kegiatan-kegiatan over konvensasi
16.  mempunyai waktu yang lamban
17.  kurang mampu melihat hasil akhir dalam perbuatannya
18.  tidak dapat melihat unsur-unsur yang bersamaan di dalam beberapa situasi yang berbeda-beda
19.  daerah perhatiannya terbatas
20.  secara khusus memerlukan bukti atas kemajuan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar